Tabulasi KPU dengan SMS Terancam Tak Jalan

73327_contoh_tampilan_situs_kpu_pada_pemilu_presiden_2009_thumb_300_225 Tabulasi elektronik KPU yang menggunakan teknologi SMS, berpotensi mengalami kegagalan yang sama seperti penghitungan cepat yang menggunakan teknologi Intelligent Character Recognition (ICR) pada pemilu legislatif yang lalu.

Pasalnya, hingga tinggal sehari menjelang hari pencontrengan, beberapa daerah masih mengalami kendala untuk menjalankan prosedur pengiriman data perolehan suara melalui SMS.

Pada perhitungan cepat kali ini, 450 ribu Ketua KPPS di seluruh Indonesia harus mengirimkan data perolehan suara di masing-masing TPS-nya menggunakan SMS.

Namun sebelumnya, setiap anggota KPPS harus lebih dahulu mendaftarkan nomor ponsel mereka ke jaringan SMS pemilu, yang dimiliki oleh Telkomsel.

Sayangnya, belum semua Ketua KPPS mendaftarkan nomor ponsel mereka. Menurut sumber VIVAnews, dari 450 ribu Ketua KPPS di seluruh Indonesia, sebagian belum terdaftar sehingga penghitungan cepat kali ini diperkirakan tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Padahal, di atas kertas, jaringan SMS yang dimiliki Telkomsel mampu menangani beban SMS dalam jumlah yang sangat besar, seperti yang terjadi pada masa-masa lebaran atau hari raya lainnya.

Tahun lalu saja, jaringan Telkomsel mampu menangani trafik SMS sebanyak 47.100 SMS per detik. Artinya, jaringan Telkomsel dapat memfasiloitasi hingga 4 miliar SMS per hari.

Namun, kendala bisa terjadi pada masalah pengoperasian teknologi tersebut, yang melibatkan Ketua-Ketua KPPS di lapangan.

Saat dihubungi VIVAnews, Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Maluku, Nasir Rahawarin, mengatakan dirinya sama sekali tidak mendapatkan surat edaran dari KPU Pusat tentang SMS pemilu.

Namun, kata Nasir, andaikan Ketua-Ketua KPPS di wilayahnya telah mendaftarkan nomor ponsel mereka, Nasir ragu apakah jaringan Telkomsel akan menjangkau seluruh kecamatan di propinsinya. "Sistem SMS ini tak akan jalan," ujar Nasir pesimistis.

Alhasil, Nasir, yang pada pemilu legislatif lalu juga tidak mau memakai teknologi ICR untuk  tabulasi elektronik, justru lebih mengandalkan input data manual di tingkat kabupaten.


• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

 
Panduan dan tutorial Teknologi Komputer--> IlmuTeknologi.Com - | - And adaptation in blogger by Ctemplates