Virtualisasi Sunat Ongkos Energi BT Rp 24 M

64820_ilustrasi_data_center_thumb_300_225 Selama masa krisis masih berlangsung, virtualisasi masih menjadi solusi yang relevan untuk membantu perusahaan untuk bertahan.

 

Menurut penyedia solusi penyimpanan Netapp, hampir seluruh industri sedang mengalami transformasi ke arah virtualisasi.

"Tren yang sedang berlangsung, semua teknologi akan bermuara ke automated data center dan self service (IT as a service)," ujar Country Manager NetApp Indonesia Stephen Law, pada acara round table discussion Netapp di Restoran Harum Manis Jakarta, Selasa 7 Juli 2009.

 

Menurut Stephen, British Telecom (BT), yang merupakan klien Netapp, telah bertransformasi ke solusi virtualisasi storage NetApp, mulai dari server hingga data center.

Alhasil, BT mengaku mampu menghemat hingga US$ 2,4 juta atau sekitar Rp 24,4 miliar dalam hal konsumsi energi.

 

Selain penghematan di bidang energi itu, lanjut Stephen, BT juga mampu menyusutkan jumlah data centernya dari sebelumnya delapan buah data center, menjadi tiga data center saja

Sementara pengoperasian dari sekitar 1000 unit server, disederhanakan menjadi hanya 100 unit server NetApp.

"900-an server sisanya didaur ulang sebagai wujud dari kebijakan environmental friendly," ujar Stephen.

 

Stephen mengungkapkan, ada empat alasan mengapa sebuah perusahaan bergerak ke transformasi virtualisasi. Di antaranya, karena storage memakan 7 persen belanja TI perusahaan, dan momentum krisis finansial global.

"kebutuhan perusahaan untuk melakukan efisiensi energi dan biaya juga tak kalah besar dampaknya. Diikuti dengan update teknologi terbaru yang semakin memberi kemudahan," kata Stephen.

Namun, Indonesia bisa dibilang terlambat dalam mengalami transformasi ini. Era virtualisasi, baru saja berlangsung. Sementara di AS, rata-rata perusahaan sudah mengadopsi solusi ini.

 

Untuk menjadikan data center menjadi lebih efisien, kata Stephen, komposisi terbesar dipengaruhi oleh teknologinya, yakni sekitar 40 persen.

Sementara menyederhanakan proses berada di bawahnya, yakni 10-12 persen, dan menyusutkan jumlah karyawan sebesar 3-7 persen.
• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

 
Panduan dan tutorial Teknologi Komputer--> IlmuTeknologi.Com - | - And adaptation in blogger by Ctemplates